Dok.khusus


Pmiigusdur.com- Tepat setahun silam, negara kita digemparkan dengan peristiwa tak lazim, seorang putra bangsa yang seharusnya mendapatkan kesempatan meraih cita-cita, justru berakhir mengenaskan.

Affan Kurniawan, pada tanggal 28 Agustus 2025 harus mengakhiri hidupnya di tangan aparat keamanan negara. Seorang pengemudi ojek online berusia 21 itu, malam hari saat hendak menyeberang jalan dilindas kendaraan taktis Brimob, pihak yang seharusnya melindungi dan mengayomi warga, namun faktanya menindas warga. 

Tahun berikutnya, tepatnya 28 Agustus 2026 buntut saat demo pengesahaan RUU perampasan aset di DPR RI, peristiwa na'as terulang kembali.

Bambang Setiyawan (59), seorang penjual cermin yang tidak terlibat dalam aksi demonstrasi harus merasakan ketidakadilan di negara ini dengan direnggut nyawanya oleh pihak tertentu. Almarhum Bambang ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diseret, dikeroyok, dan dipukuli dengan kayu hingga tewas. 

Saat ini, Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka resmi dan status hukum pelaku masih dikategorikan sebagai Orang Tidak Dikenal (OTK), namun dugaan saksi mata bahwa keterlibatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang menjadi penyebab utamanya.

Melirik peristiwa tersebut, publik menilai lemahnya negara dalam melindungi warga sipil, kekuatan dan kekuasaan pihak bersenjata serta aktor penyokong rezim yang menjadi faktor utama, padahal kewajiban negara adalah memastikan keamanan dan keselamatan warga sipil.

"Ada yang membunuh, ada yang dibunuh. Ada peraturan, ada undang-undang. Ada pembesar, polisi, dan militer. Hanya satu yang tidak ada: keadilan.” - Pramoedya Ananta Toer.


Sumber:

Liputan6 — Detik-detik Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob.

ANTARA — Polri: Kasus rantis tabrak ojol dilanjutkan ke ranah pidana.

Suara.com — Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh.

Suara.com — Kondisi korban dan keterangan Polda Metro Jaya. 


Penulis: Wildan

Editor: Aidil